3 dari 12 Lahan Milik Warga Sudah Dibebaskan untuk Proyek Radial Road Lontar | Info Surabaya


Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya sudah membebaskan tiga dari total 12 lahan milik warga untuk proyek pembangunan jalan radial road, penghubung jalan lingkar luar barat (JLLB) dan jalan lingkar dalam barat (JLDB) kawasan Lontar, Sambikerep.

Indah Nur Hayati Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pemanfaatan Infrastruktur DSDABM Kota Surabaya menyebut, total ada 12 persil atau lahan milik tujuh warga yang harus dibebaskan.

Seluruh lahan itu berada di ruas jalan Kelurahan Lontar arah barat yang ditarget bebas hingga terbangun tahun ini.

“12 persil milik tujuh warga. Karena ada satu warga yang miliki enam persil,” kata Indah waktu dikonfirmasi Admin InfoSurabaya, Kamis (29/6/2023).

Dari total 12, baru tiga lahan milik tiga warga yang sudah dibebaskan dan dibayar berdasar penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

Meski demikian, Indah enggan menyebut detail besaran ganti untung yang dikeluarkan pemerintah untuk ketiga warga tersebut.

“Iya ini sudah ada pembayaran. Sudah ada yang dibayar (tiga lahan). Tapi, kalau yang lainnya masih menunggu kelengkapan berkas ada yang waris, seperti itu. (Sembilan lainnya) masih proses karena ada yang belum dilengkapi masih ada yang cek in sertifikat, proses waris,” terangnya.

Menurut Indah, proses pembangunan radial road ruas barat itu baru bisa dimulai setelah proses pembebasan lahan yang dibutuhkan selesai seluruhnya.

Selain soal 12 persil warga, sebagian besar lahannya merupakan milik 2 pengembang, CitraLand dan Pakuwon. Namun sudah disepakati, lahan pengembang akan diserahkan sebagai prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU).

Sementara untuk ruas timur yang mengenai 21 persil warga, lanjut Indah, belum disentuh karena menunggu pengerjaan ruas barat terlebih dahulu.

“Yang ke barat 12 (persil milik warga). Yang ke timur 21 persil. Jadi total iya (33 persil). Yang barat dikerjakan dulu 2023 ini., yang timur pembangunannya 2024. Jadi sekarang masih proses identifikasi, inventarisasi, nantinya terus lanjut appraisal. Sekarang fokus barat dulu,” tandasnya.

Potret bundaran GWalk mengarah ke radial road. Foto: Meilita Admin InfoSurabaya

Terpisah, Aning Rahmawati Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya yang membidangi pembangunan memastikan, badan anggaran (banggar) sudah menetapkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk pembebasan dan pembangunan ruas barat atau tahap satu itu sebesar Rp68 miliar.

“Kalau dari sisi teknis di lapangan, saya sebagai anggota banggar sudah memastikan anggarannya kita taruh Rp48 miliar di-2023 tahap satu. Anggaran (pembangunan) juga sudah dipasang Rp20 miliar untuk tahap satu, salah satu lajur dahulu,” terangnya saat dihubungi terpisah.

Ia berharap, pembangunan tahap satu segera dilakukan. Termasuk, agar pemkot secepatnya berkomunikasi dengan warga setempat.

“Harapannya karena anggaran sudah digedok 2022, baik itu pembebasan lahan tahap satu maupun pembangunannya, totalnya Rp68 miliar, diharapkan pemkot segera menyelesaikan komunikasi dengan pengembang dan warga,” tutur Aning.

Ia kembali mengingatkan, pembangunan radial road penting untuk memecah kemacetan di ruas Jalan Lontar sehingga mengurangi titik macet di Surabaya.

“Dishub masih menyisakan 24 titik kemacetan seluruh Kota Surabaya. Salah satunya di area ini. Jadi kita berharap kemaslahatan jauh lebih besar ketika segera dituntaskan,” tandasnya. (lta/bil/faz)