Delegasi Asia-Afrika Terkesan dengan Sistem Layanan Kesehatan di RSU Haji Surabaya | Info Surabaya


Delegasi Asia-Afrika yang mengikuti pelatihan kerja sama Selatan-Selatan, mengikuti studi di Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Surabaya terkait kesehatan reproduksi dan keluarga berencana.

“RSU Haji Surabaya dibangun atas tragedi yang terjadi di Terowongan Mina, Saudi Arabia pada tahun 1993, dengan korban lebih dari 600 orang, dan saat ini kami ada di bawah naungan Pemprov Jawa Timur, serta sudah memiliki berbagai inovasi layanan, khususnya di bidang kesehatan reproduksi dan Keluarga Berencana (KB),” kata Dokter Ananda Haris Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSU Haji dilansir Antara , Rabu (26/7/2023).

Program pelatihan kerja sama Selatan-Selatan dihadiri perwakilan Negara Nepal, Myanmar, Ethiopia, Malaysia, Filipina, dan Burundi, dengan 14 delegasi yang ikut pelatihan selama enam hari penuh sejak Senin (24/7/2023) hingga Jumat (28/7/2023).

Ananda memaparkan, setiap minggu RS Haji menggelar konseling pra kehamilan untuk para ibu dan memberikan pemahaman terkait macam-macam KB, mulai dari KB suntik, pil, keuntungan serta kerugian masing-masing prosedur KB, dan memberikan bimbingan rohani (binroh) bersama para tokoh agama.

“Para ibu sebelumnya akan diberikan binroh, lalu setelah mendapatkan penjelasan tentang hukum-hukum Islam terkait KB, mereka akan diberi pilihan penjelasan tentang perbedaan dan manfaat masing-masing KB, lalu mereka akan kembali ke rumah untuk meminta persetujuan dari suami untuk tindakan medis selanjutnya,” ungkap dia.

RS Haji Surabaya mempunyai 13 ruang pendaftaran pasien, dan sekarang pendaftaran sudah terintegrasi ke dalam sistem.

Untuk layanan kesehatan keluarga, RS Haji juga sudah terintegrasi ke dalam aplikasi New Siga (Sistem Informasi Keluarga) milik Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN).

Salah satu perwakilan Asosiasi Perempuan Muslim dari Negara Burundi, Dokter Bugoma Suwadu mengutarakan testimoninya setelah berkunjung ke RS Haji.

“Saya sangat terkesima dengan penerapan teknologi informasi di RS Haji ini, semua sudah terintegrasi mulai dari pendaftaran, pelayanan, hingga pengobatan, setelah pulang nanti, pembelajaran ini akan segera kami terapkan di Burundi,” kata Suwadu.

Dia juga memberikan tanggapan positif terhadap pelayanan KB di RS Haji Surabaya.

“Kegiatan konseling di RS Haji Surabaya juga sudah baik, ada persetujuan kepada suami setelah mereka mendapatkan edukasi tentang KB, ini bisa menjadi contoh bagi negara lain,” jelasnya.

Sedangkan salah satu perwakilan dari BKKBN Malaysia, Suszma Khairitzi bin Mamat menyampaikan, salah satu contoh yang akan diterapkan di Malaysia merupakan budaya berdoa sebelum beraktivitas yang selama ini telah dilakukan di RS Haji Surabaya.

“Selain sistemnya yang sudah terintegrasi dan sangat bagus, kalian juga berdoa sebelum melaksanakan aktivitas, ini yang perlu kami terapkan di negara kami, karena akan berpengaruh juga kepada pola pikir positif yang akan meningkatkan performa pelayanan para tenaga medis,” ucap Suszma.

Pelatihan kerja sama Selatan-Selatan diselenggarakan atas kolaborasi BKKBN, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), dan United Nation Population Fund (UNFPA).

Kerja sama kali ini dipusatkan di Kota Surabaya, Jawa Timur, yang sebelumnya berhasil menerapkan layanan KB kepada masyarakat dengan pendekatan dari para tokoh agama.(ant/bnt/rid)