Diduga Korban Tenggelam Perahu Tambang Ditemukan di Bawah Jembatan Tol Gunungsari | Info Surabaya


Petugas Polairud Polda Jawa Timur menemukan sesosok jenazah wanita diduga berinisial D korban peristiwa perahu tambang yang tenggelam di Kemlaten, kemarin.

Jenazah ditemukan di Sektor 4 atau di bawah Jembatan Tol Gunungsari dalam pencarian hari kedua yang digelar hari ini, Minggu (26/3/2023).

AKBP Budi Sulistiyanto Kasubdit Patroli Ditpolairud Polda Jatim menjelaskanz awalnya petugas melihat tangan yang mengambang. Kemudian, petugas melakukan manuver dan mengevakuasi jenazah korban.

“Ciri-ciri sama, jenis kelamin perempuan usia kurang lebih 23 tahun dan pakai kaos. Kondisi meninggal dunia,” kata Budi waktu ditemui usai mengevakuasi korban, Minggu (26/3/2023).

Petugas Polairud Polda Jawa Timur di bawah jembatan tol Gunungsari saat membawa jenazah diduga korban perahu tenggelam Kemlaten, Minggu (26/3/2023). Foto: Wildan Admin InfoSurabaya

Lokasi ditemukannya korban dari titik tenggelam berjarak kurang lebih sekitar satu kilometer. Kata Budi, korban kemungkinan sempat tersangkut sesuatu sebelum ditemukan.

“Tadi sudah bolak-balik menyusuri kawasan sini (Sektor 4) tidak menemukan keberadaan korban,” katanya.

Pantauan Admin InfoSurabaya, pihak keluarga yang sebelumnya berada di pos utama pencarian, saat mengetahui titik korban ditemukan langsung bergegas menuju ke lokasi evakuasi.

Setelah korban berhasil dievakuasi oleh sejumlah petugas gabungan, korban langsung diantar memakai ambulas. Pihak keluarga dan kerabat pun turut mendampingi untuk memastikan identitas korban.

Sementara ituz Iptu Gogot Purwanto Kanit Reskrim Polsek Karangpilang menyebut kalau kondisi jenazah masih utuh dan bisa dikenali. Namun, Gogot menegaskan kalau jenazah perlu diidentifikasi lagi ke RSUD dr Soetomo Surabaya.

“Masih perlu diidentifikasi lagi, kita gak bisa berspekulasi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Gogot juga menuturkan kalau proses lidik kasus ini sedang berlangsung. Kata dia, Senin (27/3/2023) besok sejumlah saksi bakal dimintai keterangan.

Dia mengungkap, dalam kejadian itu banyak korban yang mengalami trauma. Sehingga, pihaknya memberi kelonggaran untuk waktu pemeriksaan terhadap para saksi.

“Masih belum ada terlapor dan tersangka. Proses lidik masih berlangsung,” tegas Gogot.

Sekadar diketahui, peristiwa perahu tambang tenggelam terjadi pada Sabtu (25/3/2023) yang diduga akibat kebocoran perahu.

Dalam peristiwa ituz total ada 15 korban, yang dinyatakan selamat oleh petugas ada 13 orang termasuk dua di antaranya pegawai kapal dan satu orang dinyatakan tenggelam.(wld/dfn/rid)