Dosen FK Ubaya Bagikan Tips Puasa Aman Bagi Penderita Jantung dan Diabetes Melitus | Info Surabaya

[ad_1]

InterServer Web Hosting and VPS

Heru Wijono Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya) menyatakan, puasa sangat baik untuk penderita jantung dan diabetes melitus karena dapat mengurangi risiko komplikasi.

Tetapi ia mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama yakni, pasien harus dapat mengatur jam minum obat pada waktu buka dan sahur.

“Bagi pasien yang mengonsumsi obat bersifat diuretik atau mendorong produksi air seni, untuk meminumnya saat berbuka puasa, tujuannya agar cairan tubuh tidak banyak keluar saat puasa dan berakibat dehidrasi,” ucapnya pada Kamis (30/3/2023).

Selain itu, ia juga menyarankan agar pasien berkonsultasi dengan dokter keluarga untuk mengatur dosis obat yang tepat.

Kedua, Dokter Spesialis Penyakit Dalam itu menyebut, jenis makanan yang dikonsumsi harus diperhatikan. Ia menyebut, penderita diabetes melitus tetap boleh mengonsumsi makanan yang manis saat berbuka puasa, namun tetap harus dikontrol.

“Sebaiknya, kombinasikan dengan serat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan, misalnya kurma. Selain itu, buah apel dan tomat juga sangat bagus bagi penderita diabetes melitus karena mengandung chrome dan zink yang berfungsi untuk merangsang pelepasan insulin dan kekebalan tubuh. Sedangkan, buah-buahan seperi durian, nangka, mangga, dan rambutan tidak disarankan karena mengandung kalori tinggi,” jelasnya.

Lebih lanjut, penderita diabetes dengan gangguan ginjal menurutnya juga harus membatasi kalium yang biasa terdapat di sayur dan buah. Untuk itu, ia menekankan agar pasien diskusi terkait pola makan dengan dokter keluarga.

Sementara bagi penderita jantung ia menyarankan untuk menghindari makanan yang mengandung natrium tinggi, seperti monosodium glutamate (MSG).

Sedangkan soal konsumsi kafein, ia menerangkan bahwa pasien perlu berkonsultasi lebih lanjut ke dokter apakah diperbolehkan atau tidak.

“Bila memang ingin meminum kafein, sebaiknya diminum saat buka puasa karena kafein memiliki sifat diuretik,” tambah dokter di RS Ubaya itu.

Selain itu, apabila penderita jantung dan diabetes melitus ingin berolahraga saat puasa, kata dia, dapat dilakukan sebelum jam tujuh pagi dan di atas jam empat sore. Ia menyarankan, untuk dapat melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki atau sepeda, tetapi tidak boleh lari cepat.

“Intinya, penderita jantung dan diabetes melitus tetap bisa melakukan aktivitas normal saat puasa. Namun, jangan lupa untuk menjaga kesehatan sesuai anjuran dokter,” pungkasnya.(ris/dfn/ipg)



[ad_2]