FK Unair Tekankan Pentingnya Wakaf di Bidang Kesehatan | Info Surabaya

[ad_1]

InterServer Web Hosting and VPS

Mohammad Nuh mantan Menteri Pendidikan Indonesia yang juga Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) menyatakan, selain bertugas memberi layanan kepada masyarakat, dokter juga harus bisa mengembangkan perwakafan.

“Para dokter harus menjadi pelopor untuk mengembangkan dana abadi, mengembangkan perwakafan, yang ujung-ujungnya itu untuk masyarakat yang lebih luas lagi, karena tesisnya itu di mana orang terbaik adalah orang yang paling banyak memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” ucapnya seusai mengisi pengajian di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya, pada Sabtu (1/4/2023) malam.

Nuh mengatakan, dokter merupakan profesi yang sangat mulia. Dengan domain kemuliaan tersebut, profesionalitas dokter harus ditambah, untuk mendapatkan maqom (kedudukan manusia di hadapan Allah) yang lebih tinggi lagi.

“Tentu para dokter itu mendapatkan tempat yang sangat khusus, karena apa? Karena selalu memberikan layanan kepada masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Budi Santoso Dekan FK Unair mengatakan bahwa pihaknya sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Mohammad Nuh soal perwakafan.

“Terkait dengan wakaf, kalau dulu-dulu kita bilang wakaf itu kayak membangun masjid, mewakafkan tanah, tetapi sekarang itu kita mewakafkan dalam bentuk uang, terus kemudian kita jadikan deposito, atau obligasi, sukuk, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Hasil dari wakaf seperti itu dapat digunakan untuk membantu orang yang membutuhkan, seperti contohnya untuk menyantuni anak yatim.

“Jadi konsep yang agak berubah itu membuat pemikiran kita, wakaf itu bukan berarti wakaf masjid bukan, tetapi dalam bentuk uang kemudian kita tanamkan dalam bentuk obligasi, sukuk dan lain-lain,” ucapnya.

Sekadar informasi, kegiatan keagamaan yang dilakukan FK Unair di Grahabik Iptekdok FK Unair itu merupakan bagian dari kegiatan menyambut bulan ramadan tahun ini, yang agendanya bukan hanya tarawih dan pengajian, tetapi diadakan juga kegiatan dokter mengaji saat nuzulul qur’an, hingga lomba-lomba islami, salah satunya lomba adzan.

“Harapannya, siapa juga kan harus dijiwai oleh spiritualisme islam, jiwa keislaman, penyegaran, diharapkan di bulan suci ramadan ini kita bisa mengisinya dengan ibadah,” pungkasnya.(ris/dfn/rid)



[ad_2]