Fozwil Jatim Tekankan Pentingnya Zakat untuk Kemanusiaan Info Surabaya


Kholaf Hibatullah Ketua Forum Zakat Wilayah Jawa Timur (Fozwil Jatim) menyatakan, zakat bukan hanya urusan ibadah personal kepada Allah SWT saja, tetapi juga merupakan ibadah sosial.

“Zakat ini juga sebagai urusan antar sesama manusia, sehingga sangat indah sekali zakat ini bisa berdampak pada masyarakat yang tidak mampu, dan juga menjadi rasa syukur kepada muzaki atau orang yang mampu itu sendiri,” ucapnya saat berada di Gedung Dakwah Laznas Nurul Hayat Surabaya pada Senin (3/4/2023).

Ia juga mengungkapkan, bahwa tantangan lembaga zakat saat ini adalah tentang menggerakkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat.

“Adalah bagaimana zakat ini menjadi lifestyle di masyarakat, tentu ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) yang sangat besar,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan, untuk mendukung gerakan zakat, fozwil Jatim bergerak di tiga bidang, yakni pertama mengenai pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Di bidang satu ini kami mengurusi tentang kapasitas amil, peningkatan lembaga yang mungkin secara izin masih proses, kami dampingi. Karena banyak di daerah-daerah, ada lembaga kecil dia dipercaya masyarakat untuk mengelola zakat, mungkin tidak besar, tapi masyarakat percaya, dan lembaga ini merasa sudah cukup seperti ini, yang tanpa undang-undang, dan ini menjadi tentangan sendiri di daerah untuk terus meningkat secara kapasitas dan undang-undang payung hukum,” jelasnya.

Kedua, ia menyebut, bidang advokasi dan pengawasan. Yang mana, dibentuk untuk sosialisasi pengawasan.

“Perlu diketahui lembaga zakat pengawasannya cukup banyak, harus melakukan audit eksternal, harus menerapkan mutu manajemen, harus melaporkan setiap bulan kepada baznas, dilakukan audit syariah oleh kemenag setiap tahun, ada dewan pengawas syari’ah yg diaudit oleh MUI,” jelasnya.

Ketiga, yakni bidang sinergi dan kolaborasi, yang menurutnya hal itu untuk melancarkan apa yang telah dilakukan bisa sampai pada masyarakat

“Seperti hari ini, kami sedang melakukan sinkronisasi data dengan Dispendukcapil Surabaya, agar tahu bagaimana data masyarakat miskin di Surabaya, apakah ada double penerima atau tidak, agar tahu apakah di sini menerima tapi di pemkot tidak, atau juga begitu sebaliknya,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa lembaga zakat juga memiliki pilar yang menjadi landasan dalam bergerak, yaitu soal keamanahan dan keprofesionalan dalam menyejahterakan masyarakat.

“Semoga dengan kolaborasi bersama ini, komunikasi kepada masyarakat untuk menunaikan zakat itu berdampak pada masyarakat miskin lebih besar,” pungkasnya.(ris/Aggregator)