Jalanan Surabaya Diprediksi Sepi Mulai H-3 Lebaran, Polisi Antisipasi Balap Liar | Info Surabaya

[ad_1]

InterServer Web Hosting and VPS

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Surabaya memprediksi pergerakan arus mudik warga meninggalkan Kota Surabaya terjadi mulai tiga hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah.

AKBP Arif Fazlurrahman Kasatlantas Polrestabes Surabaya menyebut, arus lalu lintas akan meningkat ke arah luar Kota Surabaya mulai tanggal 19-20 April 2023. Sehingga diprediksi situasi lalin setelahnya menjadi lengang dan sepi.

Biasanya, lengangnya situasi lalin juga berbanding lurus dengan angka kecelakaan termasuk yang mengakibatkan fatalitas meninggal.

“Sembilan meninggal dunia bulan Maret. Per lima April, sudah dua meninggal. Kami ikhtiar supaya jangan nambah lagi, sampai Operasi Ketupat selesai,” kata Arif, Sabtu (8/4/2023).

Namun, polisi akan tetap mengantisipasi adanya penyalahgunaan situasi. Terutama aksi-aksi yang meresahkan masyarakat seperti balap liar.

“Maka dari itu ketika Operasi Ketupat, pospam ini lebih banyak di luar, dari pada di dalam, insya Allah yang melakukan preventif. Seperti sekarang belum beroperasi, tapi Kapolrestabes Surabaya membuat pos pantau Patroli Jogo Suroboyo. Mengantisipasi aktivitas sebelum ada operasi,” bebernya.

Terlebih ketika Operasi Ketupat yang digelar seminggu sebelum dan sesudah Lebaran nanti dimulai.

“Pas operasi pasti nanti intens, jangan sampai (jalan) yang kosong malah dipakai (balap liar). Trennya setiap operasi angka kecelakaan turun. Mula Operasi Lilin, Operasi Patuh, apa itu linier. Semakin banyak kegiatan preventif preemtif kepolisian pelanggaran dan kecelakaan turun itu,” terangnya.

Ia juga berjanji penindakan tilang konvensional akan dilakukan jika tindakan ETLE dinilai belum menimbulkan efek jera bagi pelanggar.

“Tentunya kami selektif prioritas kami punya ETLE itu dimanfaatkan. Tapi, saat petugas harus menindak yustisi atau non yustisi, kami lakukan itu. Kalau gak memberi efek jera maka kami tilang. Klo etle gak bisa, maka kami konvensional,” tandasnya.

Perlu diketahui, Radio Suara Surabaya menerima 27 laporan adanya balap liar di Surabaya dan sekitarnya dalam rentang waktu mulai Desember 2022 sampai Februari 2023.

Lokasi balap liar yang dilaporkan berada di Bukit Palma, CITO Ahmad Yani, Diponegoro, Lakarsantri, Lingkar Masjid Agung Surabaya, Margomulyo, Tandes, Margorejo, Medokan Semampir, dan Ngagel.

Ruas jalan yang paling sering dipakai untuk balap liar yaitu Lingkar Masjid Agung Surabaya, sebanyak 14 kali. Lalu, Jalan Margomulyo-Tandes sebanyak 4 kali dan Jalan Diponegoro sebanyak 3 kali.

Balap liar di Lingkar Masjid Agung Surabaya paling sering diadakan hari Kamis-Minggu, selalu pada sore hari sekitar pukul 16.00-17.00 WIB.(lta/iss)



[ad_2]