KA Lokal Jatim Berlakukan Pembayaran Cashless Dengan Kartu Multi Trip | Info Surabaya

[ad_1]

InterServer Web Hosting and VPS

KA Lokal Commuter Line Wilayah Daop 8 Surabaya Jawa Timur (Jatim) akan memberlakukan pembayaran non tunai menggunakan Kartu Multi Trip (KMT) yang terintegrasi dengan bus Trans Jatim.

Anne Purba VP Corporate Secretary KAI Commuter Indonesia (KCI) menyebut, rencana itu sebagai bentuk integrasi antar moda kereta api dengan Pemerintah Daerah setempat.

“Sekarang yang kita bisa lakukan adalah bagaimana karakter kartu kami yang sudah dilakukan implementasi di daerah lain seperti Jabotabek, Jawa Tengah dan Jogja, juga bisa diimplementasi di Jawa Timur. Skemanya itu adalah bagaimana kita melakukan pembayaran mengantungkan cashless. Nanti juga diintegrasikan ke stasiun-stasiun,” bebernya, pada Kamis (13/7/2023).

Sebelum benar-benar diujicoba pada Agustus 2023 mendatang, Anne menyebut hingga kini manajemen masih mengkaji tiga hal. Mulai integrasi pembayaran, layanan, dan fisik atau tempat halte dan stasiun.

Wacananya, kartu itu akan bisa dipakai pembayaran tidak hanya tiket kereta tapi juga bus Trans Jatim.

“Tapi yang pertama ini mungkin lebih cepat dalam sistem ini adalah implementasi e-ticketing. Sehingga kami menawarkan produk kami untuk menunjang cashless ditransportasi yang sudah diimplementasi di beberapa provinsi ini kita sudah. Mudah-mudahan Agustus kita sudah lakukan uji coba dengan teman-teman yang ada di Jatim khususnya Trans Jatim,” tambahnya.

Nantinya, sistem pembayaran transportasi kereta api, di Daop wilayah Jabodetabek, Jateng, dan Jatim akan sama. Yaitu cukup memakai KMT.

“Nanti kita implementasi juga di Jawa Barat. Jadi ini adalah bentuk upaya kami untuk mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik dengan mudah,” terangnya lagi.

Anne menambahkan, pihaknya masih melihat halte-halte mana saja yang berpotensi untuk diintegrasikan dengan stasiun. Ini berhubungan dengan adanya pembangunan fisik yang harus dilakukan.

“Mungkin melihat potensinya di beberapa stasiunnya dulu, karena ada 40 ribu orang naik kereta lokal yang membutuhkan angkutan lanjutan. Dan ini juga kita sedang kaji dengan transportasi online,” tandasnya. (lta/dvn/bil)



[ad_2]