Kemendagri bakal Jadikan Surabaya Contoh Perencanaan Berbasis Data Akurat | Info Surabaya

[ad_1]

InterServer Web Hosting and VPS

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI mewacanakan Kota Surabaya jadi contoh perencanaan berbasis data akurat untuk daerah lain.

Akmal Malik Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebut, pihaknya sedang melakukan rangkaian evaluasi kinerja pemerintah daerah (Pemda), sekaligus mendorong reformasi birokrasi tiap pemda demi menciptakan ASN lebih netral dan profesional.

“Kami ingin evaluasi berbasis data agregat, berdasarkan kewenangan yang dimiliki daerah, kemudian bagaimana mereka melakukan hal itu,” ujarnya, Kamis (13/7/2023).

Selama ini, menurutnya evaluasi belum berbasis data agregat dan seringkali kewenangan setiap pemerintah daerah belum tepat sasaran. Berbeda dengan Kota Surabaya yang dinilai sangat baik dari segi perencanaannya.

“Pelayan publik yang dimiliki Surabaya menunjukan peningkatan yang signifikan. Begitu juga penurunan di sisi angka kemiskinan, dan pengangguran. PAD naik dan (dana) SILPA turun, ini menunjukan Surabaya memiliki perencanaan yang bagus,” katanya.

Maka dari itu, Kemendagri berniat menggandeng Kota Surabaya untuk menjadi contoh pengolahan akurasi data berbasis digital. Apalagi, Kota Surabaya sudah memiliki aplikasi Sayang Warga sebagai sistem pendataan yang bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan di lapangan.

“Karena ke depan, kami ingin perencanaan daerah berbasis data yang akurat, prosesnya kami review, nanti dilihat di hasil evaluasi seperti apa. Kami cari beberapa daerah yang bagus sebagai base marking (tolok ukur) untuk melakukan perencanaan berbasis data yang bagus, dan Surabaya punya Sayang Warga,” terangnya.

Namun, dia juga memaparkan beberapa catatan seperti aplikasi Sayang Warga tidak hanya digunakan oleh publik. Tujuannya, agar jadi perencanaan kewenangan Kota Surabaya. Sehingga, masyarakat bisa mendapatkan haknya secara lebih maksimal.

“Kami ingin Surabaya memulai itu, saya tahu Bapak Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya dan Armuji Wakil Wali Kota Surabaya rajin turun ke lapangan, bagaimana mendeteksi masalahnya, dan berapa tahun (masalahnya) akan berkurang,” tuturnya.

Misalnya, penyelesaian rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kota Surabaya yang masih tersisa sekitar seribu. Dia menyarankan Pemkot Surabaya berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Kuncinya data yang lebih presisi dan akurat sebagai bagian perencanaan hingga evaluasi, serta ada timeline yang jelas untuk rutilahu. Terima kasih OPD Pemkot Surabaya menunjukkan kinerja yang luar biasa, maka kalau bisa Surabaya nomor satu kedepan,” katanya.

Dia yakin Surabaya layak mendapat peringkat pertama pemerintahan terbaik se-Indonesia. Berkaca dari sebelumnya, Pemkot Surabaya l meraih kota terbaik kedua Nasional Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam peringatan Hari Otonomi Daerah XXVII Tahun 2023, yang digelar di Anjungan Pantai Losari Makassar, Sulawesi Selatan pada 29 April 2023 lalu.

Sementara itu, Ikhsan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya memastikan akurasi data berbasis digital telah berjalan di Kota Surabaya.

Insya Allah, kata beliau Kota Surabaya bisa diperingkat satu. Tapi, yang sering disampaikan Pak Wali Kota, bukan peringkatnya yang kita kejar, tapi bagaimana kita melakukan pelayanan yang terbaik bagi kesejahteraan masyarakat Surabaya,” ungkapnya.

Karenanya, akurasi data berbasis digital tersebut dinilai selaras dengan program yang dimiliki Kemendagri RI. Dia mencontohkan, penanganan stunting di Kota Pahlawan, mulai dari proses pencegahan dan pendampingan yang dilakukan hingga di tingkat RT/RW.

“Semua data kita berbasis nama dan alamat. Sehingga intervensi menyesuaikan dengan kondisi masing-masing. Itu yang diinginkan dan cocok dengan program Pak Dirjen tadi,” paparnya.

Pemkot Surabaya menyatakan siap dan berani untuk mengambil penawaran kolaborasi dan kerjasama dengan Kemendagri RI mengenai akurasi data berbasis digitalisasi.

Salah satunya dalam penuntasan rutilahu, dimana Pemkot Surabaya menargetkan 3.000 rumah selesai diperbaiki di tahun 2023.

“Demikian juga dengan jambanisasi, kita sudah ODF (Open Defecation Free) 100 persen tahun ini. Makanya beliau sampaikan Insya Allah Surabaya bisa peringkat satu,” pungkasnya. (lta/bil/rid)



[ad_2]