Kemensos Bakal Adopsi Sistem Pemberdayaan ODGJ di Surabaya untuk Diterapkan di Seluruh Indonesia | Info Surabaya

[ad_1]

Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia bakal mengadopsi tata kelola pelaksanaan program pemberdayaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang diterapkan di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Salahuddin Yahya Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos RI meninjau pengelolaan itu pada Rabu (27/9/2023).

“Ada 31 sentra di seluruh Indonesia, ditambah enam balai besar. Klasternya di antaranya, itu orang dalam gangguan jiwa (ODGJ), anak berhadapan dengan hukum (ABH), dan lainnya,” katanya usai meninjau.

Pengadopsian itu, lanjut Salahuddin, karena setiap balai atau sentra diharapkan jadi pusat pemberdayaan bukan sekedar penampungan.

“Ibu Menteri (Tri Rismaharini Menteri Sosial RI) menginginkan setiap setra maupun balai di Indonesia harus ada wujud manfaatnya kepada masyarakat, keberadaannya jangan menjadi penampungan saja, tetapi harus ada pemulihan sosial maupun ekonomi,” ujarnya.

Sedangkan Pemkot Surabaya dianggap punya mekanisme penerapan pelayanan dan pemberdayaan dengan jumlah penghuni banyak.

“Tata kelolanya itu patut untuk dicontoh, karena kami rata-rata 100-200 paling banyak, ini bisa sampai 300 dan bahkan 1.000. Kalau yang besar dan bisa diberdayakan, pasti yang relatif kecil (jumlah penghuninya) itu bisa juga dilakukan (diberdayakan),” ucapnya.

Selain Liponsos Keputih, Kemensos juga meninjau lokasi lain yang dikelola pemkot seperti Griya Werdha, Kampung Anak Negeri, dan Rumah Anak Prestasi.

Anna Fajriatin Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya menyatakan selama ini, para penghuni yang diberdayakan sudah melalui tahapan asesmen yang melibatkan tenaga psikolog dan pendamping.

“Kami berdayakan sesuai bakat dan minatnya, mereka punya keterampilan sehingga bisa dapat penghasilan,” ujarnya.

Selama proses pemberdayaan, lanjutnya, dinsos juga membantu menyediakan fasilitas rekening tabungan pribadi.

“Di Kampung Anak Negeri, ada yang kemarin ikut kejuaraan tinju dan hasilnya ditabungkan, uang saku anak-anak mereka kami ajari nabung. Kami berikan pembelajaran agar mereka bisa bangga atas usaha mereka,” ucapnya.

Menyambut baik rencana Kemensos, dinsos bersedia mengirim instruktur yang ditempatkan di masing-masing lokasi balai dan sentra milik Kemensos dalam melakukan upaya pemberdayaan.

“Seluruh pemberdayaan bisa sama, sehingga mereka ini bisa sejahtera semua. Kalau dipakai se-Indonesia keberpihakan negara, kami skalanya kota dukungan ini untuk negara,” kata Anna. (lta/ipg)



[ad_2]