Kewenangan Stadion GBT Masih Dipegang Kementerian PUPR, Pemkot Surabaya Tak Bisa Izinkan Persebaya Main | Info Surabaya



Penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023 di Surabaya memang berakhir 21 November 2023 lalu. Namun, izin pengelolaan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya sebagai salah satu venue masih di bawah kendali Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyebut kewenangan itu sampai berakhirnya Piala Dunia sesuai jadwal.

“FIFA (World Cup) Sampai 2 Desember,” kata Eri, Jumat (24/11/2023).

Sehingga ia tak bisa memberi izin pertandingan Persebaya Surabaya menjamu PSIS Semarang pada Minggu, 26 November 2023 mendatang.

“Jadi kewenangan PSSI dan Kementerian (PUPR) kita ikut saja,” imbuhnya.

Kata Eri, gelaran Piala Dunia di GBT memang terakhir 21 November saat babak 16 besar, tapi menurutnya ada kemungkinan dipakai lagi.

“Karena harusnya tanggal 16 terakhir Timnas Indonesia lawan Maroko itu. Tiba-tiba kemarin tanggal 21 diletakkan di Surabaya lagi (babak 16 besar),” ujarnya.

Eri menyerahkan sepenuhnya, manajemen Persebaya untuk meminta izin pada Kementerian PUPR dan PSSI.

“Jadi Persebaya sampaikan ke PSSI atau kementerian,” tandasnya.

Diketahui, Persebaya masih menunggu jawaban dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengenai kepastian laga menjamu PSIS Semarang pada 26 November 2023 mendatang.

Sementara Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) sudah steril atas permintaan Kementerian PUPR mulai 15 September, hingga Piala Dunia U-17 tuntas digelar 2 Desember 2023. (lta/ipg)