Lewat Radio Suara Surabaya, Emil Dardak Dengar Aspirasi Masyarakat | Info Surabaya

[ad_1]

InterServer Web Hosting and VPS

Emil Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur mengungkapkan, melalui Radio Suara Surabaya, dirinya mendengar aspirasi masyarakat.

“Terus terang, saya banyak memanfaatkan SS untuk nginceng (mengintip) siapa saja yang wadul (lapor) mengenai masalah di Surabaya, dan memang bagi saya ini tugas kami, tugas kita semua,” ucapnya saat memberikan sambutan dalam resepsi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 Suara Surabaya di Suara Surabaya Centre pada Senin (12/6/2023).

Ia mengatakan bahwa Suara Surabaya bukan hanya sekadar Radio, tetapi juga menjadi sahabat bagi warga Surabaya untuk menyampaikan laporan.

“Ini kita rasakan betul, mau lewat radio, mau lewat youtube, mau lewat media online, mau lewat facebook, mau lewat medsos, orang yang dicari bukan jalurnya tapi SS-nya,” ucapnya.

Emil Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur berfoto bersama karyawan Suara Surabaya di sela acara resepsi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 Suara Surabaya di Suara Surabaya Centre pada Senin (12/6/2023). Foto: Suara Surabaya

Dalam kesempatan itu, ia juga mengakui bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini masih banyak pekerjaan yang belum selesai, karena sempat terjadi Covid-19

“Tapi sekarang mau kita genjot, kita ingin menjawab masalah transportasi publik di Surabaya, sudah ada kajian, orang bilang kajian-kajian, jangan salah, kajiannya mahal, 1,5 juta Euro, nilainya. Jadi ini bukan kajian kaleng-kaleng, ini kajian tenanan, didanai dari Bapenas untuk menghitung betul yang paling masuk akal kita membangun apa ke depannya,” tuturnya.

Lebih lanjut, untuk pekerjaan di Surabaya, pihaknya juga menyiapkan 300 juta euro untuk membenahi kereta api di Surabaya. Selain itu, pihaknya juga mengaku sedang bekerja sama dengan Belanda untuk menata sungai Kalimas.

Tetapi, ia mengatakan bahwa dalam pengerjaan tersebut, tidak bisa dijalankan dengan cepat, bahkan ia menyebut harus juga ada tongkat estafet untuk pembangunan berkelanjutan.

“Saya kemarin baru lewat Jakarta, ke arah Tasikmalaya, saya melihat kereta cepat dari Jakarta ke bandung, itu tahun 2014 baru ground breaking, sekarang jadi aja belum, sekarang tahun 2023. Memang proses itu berjalan, nah saya berharap Suara Surabaya bisa mejadi jembatan yang efektif untuk bisa menjadi dua arah komunikasi,” ujarnya.

Untuk mendukung berbagai penyelesaian pekerjaan itu, kata Emil, Suara Surabaya dapat menjadi penghubung yang bagus untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat.

“Kita mendengar keluhan semua masyarakat Surabaya, tapi juga akan menyampaikan hal-hal yang bisa dikritisi warga Surabaya, disengkuyung bersama-sama,” ucapnya.

Ia berharap, di usia yang ke-40 ini, Suara Surabaya dapat tetap istiqomah untuk menjadi saluran aspirasi masyarakat di Surabaya dan sekitarnya.

“Saya juga nyuwun pangestu, mudah-mudahan Jawa Timur, Pemerintah Provinsi dan Surabaya bisa terus bersinergi ke depannya. Sukes Suara Surabaya, selamat ulang tahun ke-40,” pungkasnya.(ris/iss/ipg)



[ad_2]