Mahasiswa Filsafat UKWM Perdalam Ilmu Jurnalistik di Suara Surabaya | Info Surabaya


Puluhan mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM) Surabaya berkunjung ke Suara Surabaya Centre, Sabtu (29/4/2023), untuk mengikuti pelatihan jurnalistik.

Mereka adalah peserta Sekolah Jurnalistik kerja sama antara Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Surabaya dan Fakultas Filsafat UKWM.

Kunjungan diterima oleh Eddy Prastyo Manajer Produksi Suara Surabaya dan Dhafintya Noorca Achni Editor Admin InfoSurabaya. Sebelum mengikuti pelatihan jurnalistik yang disampaikan oleh Eddy, rombongan mahasiswa UKWM diajak untuk berkeliling Suara Surabaya Centre sekaligus belajar mengenai kegiatan jurnalistik.

Sebanyak 22 mahasiswa tersebut diperkenalkan berbagai ruang kerja yang ada di Suara Surabaya Centre. Mulai dari ruang siaran beserta aktivitas yang sedang berlangsung hingga ruang untuk produksi audio visual seperti membuat konten di sosial media dan penulisan berita media online.

Mahasiswa Fakultas Filsafat UKWM ketika diperkenalkan terkait kegiatan penulisan berita berbasis media online Suara Surabaya, Sabtu (29/4/2023). Foto: Abdi/magang Admin InfoSurabaya

Selama berkeliling, para mahasiswa tampak antusias dengan seringkalinya banyak melontarkan pertanyaan terkait pembagian kerja dalam kegiatan penyiaran ataupun produksi konten audio visual dan penulisan berita.

Salah satu mahasiswa UKWM yang sedang menanyakan perihal prosesi pembuatan produk audio visual suara Surabaya, Sabtu (29/4/2023). Foto: Abdi/magang Admin InfoSurabaya

Perwakilan mahasiswa juga diajak untuk berbincang sejenak mengudara di FM 100, diwakili Alfons dan Nana.

Terkait hubungan antara ilmu filsafat dan jurnalistik sendiri, Alfons salah satu mahasiswa UKWM menjelaskan bahwa untuk mempelajari filsafat diperlukan adanya pemikiran kritis. Mengasah ilmu jurnalistik menurutnya dapat mempertajam dan meningkatkan pemahaman mengenai fenomena atau isu yang ingin diangkat.

Alfons dan Nana, mahasiswa UKWM Fakultas Filsafat yang berkesempatan untuk ikut mengudara di Radio Suara Surabaya, Sabtu(29/4/2023). Foto: Abdi/magang Admin InfoSurabaya

“Nah melihat segala fenomena yang ada, kita perlu mencernanya ga asal telan seperti itu. Sehingga dalam menulis karya jurnalistik atau karya tulis lainnya dapat menjadikan tulisan yang didasari ilmu filsafat ini semakin berbobot seperti itu,” tutur Alfons saat mengudara di Radio Suara Surabaya.

“Dengan meningkatkan pemahaman jurnalistik, maka ada pertimbangan kritis mana fenomena yang bisa diangkat dan dipelajari dalam filsafat,” imbuh Alfons.(abd/ipg)