Muhammadiyah Paparkan Urgensi Penerapan Kalender Islam Global – Info Surabaya Info Surabaya

[ad_1]

InterServer Web Hosting and VPS

Prof Dr Syamsul Anwar Ketua PP Muhammadiyah bidang Tarjih dan Tajdid memaparkan urgensi penerapan penyatuan kalender Islam ke dalam sistem Kalender Islam Global Unifikasi (KIGU).

“Kita memerlukan penyatuan kalender Islam karena kita tidak lagi dibatasi oleh batas-batas geografis, bisa melihat ketemu dengan siapapun dengan teknologi,” katanya dalam diskusi terkait konsep Kalender Islam Global secara daring dilansir dari Antara, Rabu (10/5/2023).

Syamsul Anwar menyatakan, bahwa penyatuan kalender Islam ke dalam sistem KIGU sangat penting karena menyangkut ibadah umat Muslim di seluruh dunia.

Terkait Hari Arafah, kata dia, sebagai salah satu hari terpenting dalam ibadah haji yang harus dilakukan pada tanggal 9 Zulhijah di mana seluruh jemaah diwajibkan untuk melakukan wukuf dalam kondisi apapun.

Dia juga menjelaskan pada waktu yang sama, umat Muslim di belahan bumi lainnya juga ikut beribadah melalui puasa sunah Arafah.

“Ini menunjukkan seberapa penting penyatuan kalender jatuhnya hari ibadah umat Islam, supaya ibadah kita sesuai pada waktunya,” tambah ulama yang mengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta itu.

Urgensi selanjutnya yakni karena hal tersebut adalah utang peradaban, jelas Syamsul. Menurutnya, umat Islam telah ada selama 15 abad, namun belum memiliki satu kalender yang terunifikasi secara global.

Selain itu pada Deklarasi Dakar, Senegal, yang diadakan pada Maret 2008 silam menghendaki adanya unifikasi kalender Islam menjadi satu kesatuan sebagai pembaharuan dan penguatan citra Islam di mata dunia.

“Nanti takut dianggap umat Islam tidak punya rasa menghargai waktu karena kalendernya beragam,” imbuhnya.

Menurutnya, kalender Islam terkadang berbeda penandaan antara satu hari dengan hari lainnya, juga satu tempat dan tempat lainnya. Maka dari itu, urgensi penyatuan kalender Islam semakin kuat.

Syamsul mengatakan KIGU telah dicanangkan oleh para ulama dari seluruh dunia sejak tahun 1958 dan terus berkembang hingga saat ini.

Syamsul berharap sistem KIGU bisa segera digunakan umat Islam secara keseluruhan demi mempersatukan umat Islam baik secara lokal maupun global.(ant/ihz/rst)



[ad_2]