PDIP Surabaya Bakal Tentukan Eri Cahyadi Maju Lagi Jadi Wali Kota atau Tidak, Usai Pemilu | Info Surabaya



Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Surabaya belum memutuskan kembali mengusung Eri Cahyadi menjadi Wali Kota Surabaya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Adi Sutarwijono Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya menyebut, soal calon dalam Pilkada masih akan dibahas setelah Pemilihan Umum (Pemilu) 14 Februari 2024.

“Nanti setelah Pemilu (baru dibahas),” katanya, Jumat (9/2/2024).

Partai masih fokus menunggu hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) dan memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres).

“Sekarang, tugas pokok adalah menangkan Pemilu dan pasangan presiden dan wakil presiden. Memenangkan PDI Perjuangan dan Ganjar-Mahfud di Pemilu 2024. Itu dulu, setelah itu baru kami memikirkan yang lain,” bebernya.

Sementara sisa waktu kampanye sebelum masa tenang dimulai Minggu (11/2/2024), Awi sapaan akrabnya, akan mengintensifkan menyasar perkampungan warga dan bertemu komunitas masyarakat.

“(Sisa waktu kampanye) kami intensifkan kampanye di kampung-kampung dengan pola door to door, kemudian pertemuan dengan komunitas masyarakat,” katanya.

Termasuk menguatkan saksi yang akan bertugas mengawal suara PDI Perjuangan di semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) Surabaya yang berjumlah 8.167 titik.

“Serta memantapkan saksi yang bertugas di TPS. Kemarin kami lihat ada 16.334 saksi yang nanti akan bertugas di semua TPS,” imbuhnya.

Ia minta semua saksi memastikan, tidak ada suara siluman di TPS yang bisa merusak kemenangan Ganjar-Mahfud.

“Saksi ini penting, karena untuk mengamankan pesta demokrasi, untuk menjaga dan mengawal terutama suara Ganjar-Mahfud dan PDI Perjuangan di TPS. Jangan sampai ada suara siluman yang tidak adil atau tidak legal,” tandasnya. (lta/azw/ipg)