Pengungkapan Maling Motor Terbanyak dari Rekaman CCTV- Suara Surabaya | Info Surabaya

[ad_1]

InterServer Web Hosting and VPS

Kasus pencurian motor (curanmor) yang berhasil diungkap Ditreskrimum Polda Jatim bersama Polres jajaran sejak awal 2023, jumlahnya masih tinggi.

Kompol Trie Sisbiantoro Kanit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim mengungkapkan, ada sebanyak 408 kasus curanmor yang berhasil diungkap untuk periode Januari-Maret 2023.

“Khusus untuk ungkap kasus yang dilakukan Polda Jatim bulan lalu (Maret), ada 259 kasus dengan 158 tersangka, terdiri dari 153 pelaku curanmor dan lima penadah. Dari kasus itu ada total 134 unit motor yang diamankan beserta empat mobil,” ungkap Biantoro saat mengudara di Program Wawasan Suara Surabaya, Senin (17/4/2023).

Aksi para pelaku terbilang makin nekat meskipun banyak beredar video CCTV yang merekam aksi kejahatan mereka. Terbaru, dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, ada dua kasus pencurian motor di Kantor Humas Pemkot Surabaya yang dua-duanya terekam CCTV. Satu pelaku pun berhasil ditangkap, setelah sebelumnya kabur karena video aksinya viral.

Biantoro menjelaskan, memang banyak pencuri motor yang tertangkap setelah wajahnya terekam CCTV.  Dengan kecanggihan face recognition, saat ini polisi bisa lebih mudah mengidentifikasi wajah pelaku. Selanjutnya dengan dicocokan menggunakan face recognition, maka polisi langsung mendapat seluruh data pribadi para pelaku, termasuk identitas (KTP) beserta nomor handphone mereka.

“Jadi kami bekerjasama dengan tim identifikasi, dari hasil pencocokan (face recognition) kalau mengarah ke si A (pelaku), maka kita bisa telusuri siapa orangnya, profilnya dan alamat rumahnya. Kalau memang tidak ketemu, baru kita gunakan alat khusus untuk melacak lokasi handphone mereka. Selain ke pencuri, kami juga melacak penadah. Seringkali penadah menawarkan motor ke siapa saja dengan harga yang sangat murah,” terangnya.

Untuk itu dia mengimbau kepada masyarakat selain memasang kunci ganda, sebisa mungkin memasang CCTV di parkirannya. Karena, dengan adanya CCTV tersebut akan memudahkan kepolisian menemukan identitas pelaku.

Untuk pelaku yang memakai penutup wajah seperti masker, kata Biantoro, masih ada kemungkinan untuk mencocokan lewat rekam mata dan sebagainya. Kalau ada kecocokan diatas 50 persen, baru polisi akan menindak lanjuti.

Di sisi lain, Biantoro menjelaskan analisa Jatanras, soal tiga modus yang dilakukan pelaku dalam menjalankan aksinya. Pertama, eksekusi/pencurian yang biasa dilakukan antara pukul 00.00-05.00 WIB, dengan cara masuk/membobol rumah korban.

“Pelaku biasanya langsung merusak gembok pagar, masuk kerumah dan mengambil motor. Kemudian mereka merusak kunci motor menggunakan kunci T yang biasanya tidak sampai 10 detik,” jelasnya.

Modus kedua, lanjutnya, para pelaku selalu berpatroli di kisaran pukul 08.00 pagi WIB sampai tengah malam, mencari gambaran/target motor curiannya sembari mengamati kondisi sekitar.

“Sementara modus ketiga, para pelaku juga sering mengincar motor para petani yang sedang berkebun dan peternak yang mencari pakan tapi motornya diparkir jauh dari lokasinya bekerja,” lanjutnya.

Kanit III Jatanras itu menegaskan kalau polisi terus berkomitmen memberantas praktek curanmor sesuai instruksi Kapolda Jatim, mengingat banyaknya keluhan dari masyarakat atas tindak kejahatan tersebut. “Pak Kapolda meminta semua jajaran di masing-masing Polres melakukan patroli, mempersempit ruang gerak pelaku,” terangnya. (bil/rst)



[ad_2]