PLN Ajarkan Manajemen Keselamatan Ketenagalistrikan kepada Anak-anak | Info Surabaya

[ad_1]

InterServer Web Hosting and VPS

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur mengajak seluruh pegawainya terlibat dalam kegiatan PLN Mengajar untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan ketenagalistrikan di masyarakat.

Mengusung tema “Berbagi Kebahagiaan Ramadhan”, kegiatan ini dilaksanakan di 18 lokasi se-Jawa Timur dengan melibatkan 200 pegawai yang menyasar panti asuhan, sekolah dasar, hingga yayasan.

“Serentak pada bulan Ramadhan ini, PLN menginisiasi pegawai untuk berbagi ilmu, wawasan kepada anak-anak dan kaum dhuafa. Hal-hal selain yang diajarkan dibangku sekolah seperti kesadaran akan menjaga keselamatan ketengalistrikan, potensi bahaya listrik dan lainnya yang akan bermanfaat di kehidupan yang akan kami sharing-kan,” papar Lasiran General Manager PT PLN UID Jawa Timur.

Mengajar di Panti Asuhan Darul Aytam Dluafa Ruqoiyah, Shely Cintya, pegawai asal PLN UP3 Surabaya Utara membagikan kiprahnya bekerja di PLN sebagai pengawas Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) pada Kamis (13/4/2023).

“Senang sekali bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada adik-adik yatim. Semoga pengetahuan-pengetahuan dasar tentang kelistrikan ini dapat membantu meningkatkan kesadaran akan bahaya potensi listrik,” jelas Shely.

Acara serupa pun digelar PLN UP3 Malang bertajuk “Ramadhan with Love” mengajak 49 anak yatim dan dhuafa di sekitar Malang Raya untuk mengenal bagaimana petugas PLN bekerja dan bagaimana listrik dapat digunakan sehari-hari. Melalui edukasi ini, PLN mengharapkan generasi penerus dapat lebih memahami bagaimana menggunakan tenaga listrik dengan baik dan aman.

Gendhis, salah satu peserta kegiatan Ramadhan with Love terlihat antusias dalam menyimak pemaparan PLN. Manfaat tenaga listrik yang muncul pada berbagai kegiatan harian menjadi hal yang disyukuri oleh Gendhis karena banyak memudahkan aktivitas hariannya seperti belajar dan beribadah. Tidak hanya memahami manfaat listrik, Gendhis dan rekan-rekannya juga mendapatkan penjelasan mengenai potensi bahaya listrik.

“Jadi lebih berhati-hati dan tahu tidak boleh sembarangan main yang bisa terkena listrik. Kalau bermain layangan, petasan harus jauh dari jaringan listrik,” tutur Gendhis.

Lasiran menambahkan keterlibatan pegawai secara sukarela dalam aksi sosial ini akan terus digiatkan. Melalui kegiatan ini, ia berharap keberadaan PLN terus membawa manfaat positif tidak hanya menyediakan pasokan listrik yang berkualitas kepada masyarakat melainkan menghadirkan kebahagiaan dengan berbagai upaya.

“Hari ini saya menyadari bahwa peran pegawai PLN sangat berarti bagi masyarakat dan memberi kebahagiaan bagi banyak orang bisa dilakukan dengan berbagai cara sederhana, semoga terus dapat konsisten memberikan manfaat,” pungkas Lasiran.(dfn/ipg)



[ad_2]