PT PAL Teken Kontrak Rp37 Triliun untuk Proyek Strategis dan Penyerapan Tenaga Kerja | Info Surabaya


PT PAL Indonesia melakukan penandatanganan kontrak kerja sama dengan PT Sinar Cerah Sempurna (SCS) senilai Rp37 triliun untuk transformasi Procurement System atau percepatan pengadaan jasa dan material di bidang perkapalan.

Kerja sama dengan PT SCS yang bergerak di bidang jasa konstruksi tersebut untuk pembiayaan pengadaan atau jasa pada proyek-proyek PT PAL Indonesia.

Satriyo Bintoro Senior Executive Vice President Transformation Management PT PAL Indonesia mengatakan, kerja sama itu akan merambah ke sejumlah sektor. Utamanya untuk serapan ketenagakerjaan dan membangkitkan ekosistem industri pendukung galangan perkapalan.

“Kami kalau mengerjakan proyek kapal, satu kapal saja paling tidak menyerap 3000 karyawan. Kalau kapal jumlahnya banyak tinggal mengalikan jumlah tenaga kerja,” ujar Bintoro sapaan akrabnya waktu ditemui di Hotel JW Marriot Surabaya, Jumat (16/6/2023).

Selain menyerap tenaga kerja, kerja sama itu juga bisa menarik kegiatan vendor suplier dalam membantu proyek PT PAL dalam kebutuhan main equipment, raw material, kebutuhan material pendukung, hingga consumable.

“Itu bisa didukung industri menengah kecil yang di sekitar galangan (perkapalan) agar hidup,” imbuhnya.

Bintoro optimistis ke depannya PT PAL bakal memiliki proyek-proyek yang cukup besar, baik untuk kebutuhan dari dalam mau pun luar negeri. Oleh sebab itu, dia mendorong kolaborasi dengan industri pendukung, lembaga finansial, hingga asuransi.

Bentuk kerja sama itu tidak terbatas dengan PT SCS. Bintoro berharap ada perusahaan serupa yang mampu sama-sama mendukung ekosistem galangan perkapalan.

“Termasuk juga di dalam program peningkatan penggunaan produk dalam negeri, artinya itu kalau bisa bersinergi, berkolaborasi itu akan lebih mudah di dalam penataan ke depan lebih mudah di dalam koorindinasi. Poin pentingnya itu tadi, kami ingin melakukan shortcut percepatan di dalam proses procurement walau pun tetap mengikuti kaidah pengadaan barang dan jasa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bintoro menegaskan nilai kontrak Rp37 triliun tersebut sangat banyak. Sehingga, sia berharap adanya kolaborasi dengan berbagai stakeholder dalam pengerjaan proyek-proyek strategis milik PT PAL.

“Bayangkan kontrak Rp37 triliun tidak bisa diselesaikan sendiri. Kami perlu dukungan perusahaan lain karena potensi ke depan akan dua kali lebih besar. Contoh konkret kapal selam belum kami kerjakan, belum lagi proyek Kapal Serbu Amfibi Serbaguna (LHD). Jadi, kapasitasnya lebih banyak dari saat ini. Sehingga, ke depan kami masih butuh lagi banyak, kami bersyukur pemerintah dan negara sudah memberikan dukungan kepada PT PAL, selanjutnya dalam proses operasional bisnisnya inisatif bekerja sama dengan perusahaan konsorsium dan pendana. Jadi, akan terus seperti itu,” pungkasnya.(wld/dvn/rid)