Sebulan Jelang PPDB SMP di Surabaya, Siswa dan Walmur Diminta Cek Aturan Baru Dua Zonasi | Info Surabaya


Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) bakal dibuka sebulan lagi. Karenanya, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya minta, siswa hingga wali murid (Walmur) mulai mengecek web resmi soal aturan baru dua zonasi.

Yusuf Masruh Kepala Dispendik Kota Surabaya memaparkan, ada perbedaan aturan zonasi pada PPDB SMP tahun ini.

Terdapat dua jenis zonasi yang bisa dipilih siswa. Zonasi satu, berlaku bagi calon peserta didik baru yang bertempat tinggal satu kelurahan dengan sekolah atau yang terdekat dengan sekolah.

Sementara zonasi dua, bagi calon siswa yang bertempat tinggal di luar kelurahan lokasi sekolah, tapi masih dalam satu kecamatan dengan sekolah.

“Hampir sama (aturannya). Zonasinya saja yang berubah. Dulu zonasi 50 persen. Sekarang, 50 persen itu dibagi zonasi satu (35 persen) dan zonasi dua (15 persen),” terangnya, Sabtu (13/5/2023).

Kedekatan jarak sekolah dengan rumah bagi pendaftar zonasi satu, sambung Yusuf, tidak ada batas minimal atau maksimal.

“Contohnya SMPN 30, warga yang dekat situ bisa daftar SMPN 30. Misalnya Kelurahan Medokan, nggak hanya itu, kelurahan sebelah-sebelahnya juga bisa. Kedekatan seperti dulu, pokoknya yang dekat dengan jaraknya ya diterima, mengabaikan kelurahan dan kecamatan. Nggak bisa (diukur berapa kilometer), relatif. Kalau kepadatan terdekatnya sedikit maka zonasinya jauh. Nggak bisa diukur jarak, pokoknya yang terdekat. Semua bisa milih sekolah terdekat,” bebernya lagi.

Selain 50 persen kuota diberikan untuk pendaftar jalur zonasi satu dan dua, 50 persen sisanya dibagi ke jalur pendaftaran lain.

Jalur afirmasi kategori keluarga miskin, pra-miskin, serta inklusi 15 persen, jalur perpindahan tugas lima persen. Sisanya, 30 persen untuk pendaftar jalur prestasi nilai rapor sekolah dan jalur prestasi perlombaan atau pertandingan.

Sarana pendaftaran dan aplikasi, lanjut Yusuf, sudah disiapkan. Hanya saja, ketentuan lengkap ditargetkan selesai dan bisa diunggah bulan ini. “Harapannya warga tahu ketentuannya apa saja,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi kesalahpahaman walmur karena ketidakpahaman teknis pendaftaran, Yusuf minta, para orang tua mulai mengakses laman resmi smp.ppdbsurabaya.net untuk mengakses informasi.

Yusuf juga berpesan agar para orang tua tidak memaksakan sekolah negeri, dan tetap mendukung anaknya untuk meraih cita-cita meski bersekolah di swasta. Ia menjamin kualitasnya tetap sama.

“Ketentuan-ketentuan jauh-jauh hari dipahami orang tua siswa. Kemudian, kita rancang sosialisasi ke kecamatan dan kelurahan,” tandasnya. (lta/ipg)