Sekolah Swasta di Surabaya yang Kekurangan Murid Disarankan Merger | Info Surabaya


Wali Kota Surabaya meminta sekolah SD-SMP swasta yang kekurangan siswa mengadakan evaluasi hingga memutuskan merger (bergabung) dengan sekolah lain.

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menilai solusi itu paling sesuai melihat kondisi kekurangan murid yang terus terjadi hingga penerimaan pelajar baru tahun 2023/2024.

“Sekarang ada yang menyampaikan sekolah kekurangan murid, itu introspeksi sendiri. Apakah kualitasnya. Kalau memang tidak ada muridnya di sana ya jangan tetap buka. Harus merger,” terang Eri, Jumat (21/7/2023).

Menurut Eri, sejak lima tahunan lalu sudah pernah diselenggarakan evaluasi bersama pemkot dengan sekolah swasta. Hasilnya, ada beberapa yang seharusnya ditutup, tapi diberi kesempatan tetap buka.

“Sebenarnya dari dulu SMP swasta banyak yang kurang, cuman kita berikan kesempatan. Ada evaluasi mulai lima tahun lalu sekolah yang mau ditutup itu ada, tapi dipertahankan. Tapi coba sekolah swasta yang lain yang memang sudah siap gak kekurangan murid karena dituju oleh murid,” jelasnya.

Meski sebagian sekolah swasta lain masih tetap buka bahkan diserbu siswa setiap masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“Dan sekarang murid-murid cenderung ke arah sekolah yang punya karakter, yang ada pondok pesantrennya, ilmu kebangsaan. Orang tua cenderung ke sana. Nah ini memang cara pendidikan yang harus diubah. Dan ini kita akan duduk bareng lagi,” tambahnya.

Sebelum akan ada evaluasi bersama segera, Eri minta semua sekolah swasta terutama yang kekurangan siswa untuk evaluasi.

“Murid itu sekarang begini, kenapa murid gak mau daftar di sana. Ya berarti kan harus dimengerti. Jangan dipaksa untuk masuk sekolah yang muridnya tidak mau,” tandasnya. (lta/iss)