Terduga Penggelapan Truk Pendingin Diamankan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak | Info Surabaya


Setelah truk freezer Isuzu bernopol B 9080 TXW milik Agus warga Bekasi yang hilang berhasil ditemukan oleh salah satu pendengar Radio Suara Surabaya, kini kernet dan sopir yang menjadi terduga pelaku penggelapan truk diamankan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

AKP Muhammad Su’ud Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengatakan, dalam pengamanan terduga pelaku tersebut dilakukan daerah Osowilangun saat pengemudi dan kernet sedang berada di sebuah warung tepi jalan.

“Setelah kita pantau di Suara Surabaya ada di sekitaran Osowilangun, maka saya perintahkan anggota di pos yang terdekat. Saya suruh meluncur ke sana, ternyata didapati bapak sopirnya sedang ada di warung, makan atau mimum. Dia mengaku itu mobil pegangannya, alasannya dia cari peralatan atau apa. Tapi yang penting kita tidak banyak omong, sesuai dengan prosedur karena ada pelaporan, kita bawa ke Polres,” jelasnya kepada Admin InfoSurabaya di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, pada Kamis (4/5/2023).

Setelah berhasil diamankan, ia menyebut saat ini kedua terduga pelaku sedang berada di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk ditindaklanjuti.

“Saat ini kita serahkan ke teman-teman reskrim. Jadi, kita bawa ke piket reskrim untuk penanganan lebih lanjut,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengatakan bahwa seluruh barang bukti juga sudah diamankan ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

“Mulai dari truk yang setelah kita cek muatannya kosong, kemudian driver, yang mengaku kernet, kunci kontak, surat-surat sudah kita amankan dan kita serahkan semua ke reskrim,” ungkapnya.

Sementara itu, Ipda Yudha Sukmana Kasat Resmob Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengatakan, setelah tim kepolisian lalu lintas berhasil mengamankan dan menyerahkan ke reskrim, saat ini dilakukan pendalaman terhadap terduga pelaku.

“Untuk pengemudi juga masih dalam proses pemeriksaan, masih akan didalami terlebih dahulu, jadi masih diperiksa sama teman-teman penyidik,” ucapnya.

Lebih lanjut, untuk waktu pemeriksaan tersebut, kata dia, hingga saat ini belum bisa dipastikan berapa lama untuk prosesnya.

“Karena harus didalami keterangan yang disampaikan apa, harus didalami juga sejauh mana peran yang bersangkutan, jadi belum bisa memastikan sampai kapan,” pungkasnya.(ris/dfn/ipg)