Transformasi Tata Kelola Akademik Tingkatkan Proses Pembelajaran di Era Digital | Info Surabaya



Supangat Wakil Dekan I Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya menyatakan, kemajuan teknologi harus menciptakan dampak yang merata, terutama dalam transformasi digital di sektor pendidikan.

“Khususnya dalam tata kelola akademik lembaga pendidikan. Lanskap dunia akademik dan teknologi yang terus berkembang menuntut pemahaman komprehensif tentang tren, tantangan, dan peluang di dalamnya,” katanya pada Selasa (9/1/2024).

Menurutnya, transformasi tata kelola akademik di era digital, membawa peluang besar. Sehingga, lembaga pendidikan harus bertransformasi untuk membantu peserta didik menemukan identitas mereka dan berperan sebagai agent of change di masyarakat.

Pemanfaatan peluang teknologi dalam tata kelola akademik, kata dia, yakni seperti meningkatkan pembelajaran terpersonal, analisis data dan fleksibilitas pembelajaran online. Kemudian, kolaborasi internasional, inovasi kurikulum, keterlibatan peserta didik yang aktif, serta peningkatan evaluasi akademik melalui teknologi juga menjadi fokus penting dalam perubahan ini.

“Transformasi akademik menciptakan peluang pada fleksibilitas pembelajaran dalam era digital, di mana peserta didik dapat mengakses materi kapan saja dan di mana saja. Ini memberikan adaptasi pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan individu,” ujarnya.

Meskipun begitu, ia mengatakan bahwa hal tersebut juga terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi. Yakni pertama, soal kesulitan lembaga pendidikan dalam mengadopsi teknologi secara menyeluruh, terutama platform pembelajaran online yang efektif. Kedua, munculnya kesenjangan aksesibilitas terhadap teknologi. Dan ketiga, soal keamanan data yang harus menjadi perhatian serius.

“Dengan kuantitas besar data pribadi yang diolah oleh lembaga pendidikan, perlindungan data peserta didik, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan menjadi krusial untuk mencegah potensi risiko keamanan cyber,” katanya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa pembaruan kurikulum juga menjadi tantangan penting. Mengingat, kecepatan perkembangan teknologi yang menuntut pembaharuan terus menerus agar kurikulum tetap relevan.

“Proses pengambilan keputusan yang lambat dalam lembaga pendidikan seringkali menjadi hambatan dalam menerapkan perubahan yang diperlukan. Tantangan ini harus diharapi dengan matang untuk memastikan penerapan teknologi berjalan lancar,” katanya.

Dengan memahami tantangan dan memanfatakan peluang, ia berharap ke depan tata kelola akademik tetap bisa membawa inovasi dan mempermudah urusan peserta didik hingga tenaga kependidikan.

“Karena dengan begitu, bisa memanfaatkan teknologi sebagai penunjang kesuksesan proses akademik,” pungkasnya. (ris/saf/ham)