Trem Surabaya : Perjanjian Kerja Sama di Tanda Tangani

trem

Meskipun belum ada realisasi dalam bentuk fisik keberadaan Trem Surabaya, namun kemajuan-kemajuan dalam proyek ini sudah menunjukkan hasil yang berkelanjutan dengan di tandai kesepakan tanda tangan PKS ( Perjanjian Kerja Sama ) antara Pemkot Surabaya , PT. KAI dan Kementerian Perhubungan.

Tanda tangan perjanjian kerja sama ini di perlukan untuk memperjelas tugas pokok setiap instansi yang terlibat dan detail.

Mantan Kabag. Bina Program dan Kepala DCKTR Surabaya itu memperkirakan setelah PKS, anggaran 124 miliar yang ada di kemenhub dapat difokuskan pada penyelesaian detail engineering desain (DED). Dengan demikian, lelang fisik dapat dimulai akhir tahun ini atau setidaknya awal tahun depan. Proses lelang diprediksi memakan waktu dua bulan. Setelah itu, pembangunan trem dapat dilaksanakan.

Pakar transportasi perkotaan Ir. Wahju Herijanto, MT mengatakan, tingginya aktivitas ekonomi di kota besar seperti Surabaya otomatis berdampak pada peningkatan mobilitas orang maupun barang. Trem dipandang mampu menjawab problem ini mengingat trem tergolong semi rapid transit yang mampu mengakomodir 10.000 hingga 20.000 penumpang per jam. Dengan sifatnya yang dedicated line (jalur khusus rel), trem punya nilai plus pada ketepatan waktu. Sebab, jalurnya tersendiri, bebas macet/hambatan.